« Mendung di Kaha Lima | HomePage | jaman bikin montage kemana? »
Jan 12, 2006
Mendung di Kaha Lima
Sejenak ku terpaku....
pada canda gadis cilik berusia 4 tahun yang akrab disapa Dek Cha...
Senyum dan tawanya menghiasi ruangan kamar tempat ayahnya dimandikan dan disembahyangkan.. Ia belum mengerti benar, apa arti kehilangan.. ketika ditanya oleh teman sebayanya, kemana bapak ? Ia hanya menjawab, “bapak lagi sakit” dengan senyum kecil diwajahnya..
Sejenak benakku melayang...
Pada masa kecil dulu.. tertawa, bercanda, mencoba hal baru, dan pergi ditemani oleh seorang sahabat, saudara, adik sepupu... Dharma Wijaya, ayah dari dek cha.. yang telah pergi untuk selamanya..
Kuingat masa lalu bersamanya adalah masa-masa indah, dimana ndemo, atau yayok begitu panggilan akrab dia mengisi hari-hari dengan penuh kasih. Sebelum kepergiannya. Ndemo dikenal sangat rajin, baik dan tak kenal kata sungkan atau malas.. untuk membantu kawan, saudara dan ayah ibunya disaat sedang membutuhkan pertolongan.
Kala itu..
Ketika aku mengunjungi rumah nenek, yang sering kami panggil mbah ti.. [di daerah malang jawa timur, tepatnya kahuripan nomor lima..yang dikenal dengan kaha lima] ndemo selalu menyambut dengan tangan terbuka. Ia tak pernah terlihat murung, dan keberatan ketika aku dan saudara lain meminta bantuan ndemo untuk mengantarkan kita pergi menikmati kota malang.
Hari ini semua orang berkumpul, menemani dek cha, mengantar kepergian ayahnya. Senyum itu sirna ketika dek cha seorang diri, bertanya, kemana ayahnya yang tak kunjung datang...
Apa yang kau rasa yayok? Penyakit itu datang menjemput mu.. begitu cepat kau tinggalkan istri dan anakmu, dan kita semua.. namun.. itu semua adalah kehendak Nya.. kita tak akan pernah tau, kapan Tuhan akan memanggil kita, semuda usia yayok, 33 tahun, yayok sudah menghadap sang Pencipta..
Ya Tuhan, semoga yayok, ndemo, dharma wijaya, diterima disisiMu.. amin..
Berilah kekuatan pada dek cha, dan ibunya untuk tegar menghadapi hari-hari selanjutnya..
21:15 Permalink | Comments (0) | Email this










The comments are closed.