« Batagor, Martabak, Paras Cafe, Blossom | HomePage | When Love and Hate Collide »

Feb 10, 2006

......When There is Love, There is Life


Pertemuan berawal dari teman sebangku waktu duduk di kelas satu SMA, kira-kira tahun 1991...
Sewaktu duduk bersama di bangku SMA, Wendy dan Wisnu biasa saja, hanya teman. Masing-masing dari mereka pun sudah punya pacar. Kenaikan kelas ke kelas 2 SMA., Wendy  mulai ngerasa ada yang janggal kalau gak curhat ke Wisnu. Ada yang hilang dan kaku kalau Wendy gak ketemu Wisnu. Wisnu pun ngerasa gitu, sampe gak lama kemudian .. mereka putus ama pacar masing-masing. Mereka berdua saling ngerasa gak nyaman, kalau mereka udh gak sekelas dan gak sedekat waktu sebangku.

Setelah putus sama pacar masing-masing, barulah Wisnu menyatakan bahwa dia sayang banget ama Wendy dan hopeless kalau gak ada disebelah wendy. Di swensen’s ice cream, Wisnu dengan seragam SMA, menyatakan rasa itu.. gayung bersambut.. Wendypun merasakan hal yang sama spt Wisnu, kayak ada yang hilang kalo masing-masing jauh. Akhirnya mereka “jadian”, pacaran di tahun 1992.

Dengan sedikit larangan dari kedua orang tua Wendy, tidak menjadi hambatan dan mengurangi rasa sayang mereka, their love is strong, jalan terus...saling berbagi, saling curhat, sharing.. sampe-sampe gak terasa waktu sudah dekat untuk mereka meninggalkan SMA dimana mereka harus melanjutkan hidup ke pendidikan yang lebih tinggi, yaitu kuliah..

Kuliah tingkat satu, memang  berat.. karena masing-masing dari mereka harus menghadapi orang-orang baru dan beradaptasi dengan yang lainnya. Disini, perhatian keduanya memudar. Mereka menjadi sering berantem. Wisnu sudah mulai bisa, bahkan sering, membuat Wendy nangis.
Akhirnya.. mereka memutuskan untuk saling jauh... tapi .. lagi-lagi..rasa itu datang, Kesepian dan gak bisa nerima kalau jauh dan pisah. Keduanya merasakan hal yang sama, kembali Wisnu datangi Wendy untuk menyatakan bahwa dia gak bisa pisah dan jauh.


Setiap kali Wisnu habis aktifitas, dengan setia dia jemput Wendy, dimanapun kegiatan Wendy berlangsung. Suatu saat ada program di sekolah Wendy yaitu Training ke Bali, Wendy mengikuti training itu dan pergi ke Bali. Wisnu sendiri, sepi... 3 bulan lamanya. Wisnu memutuskan untuk pergi menjemput Wendy ke Bali untuk memastikan bahwa kekasihnya kembali ke Jakarta dengan selamat dan mastikan bahwa dia sangat gak enak gak ada didekat Wendy.
Suatu hari, program sekolah lagi yang memaksa wendy untuk berangkat pergi meninggalkan Jakarta untuk waktu lama. Wendy terpilih untuk Training di negara tetangga, disini cinta mereka benar-benar diuji. Wendy sangat merasa gak nyaman, gak ada lelaki yang selalu menemani dirinya saat ini didekatnya. Walopun sehari bisa aja nelpon 10 kali, tapi itu gak cukup untuk membayar rasa jauh mereka. 6 bulan mereka merasakan kesepian yang dalam. Sedih, Sepi, Rapuh, ...

6 bulan berlalu, sekembalinya Wendy dari Training, Wisnu datang melamar Wendy. Dan mereka getting married setelah 7 tahun jalan sama-sama, ada putus sambung...  [diskon tuh...:D]..


Saat ini sudah ada little cute baby diantara mereka. Wendy berharap, Wisnu masih merasakan hal yang sama seperti pertama kali bertemu dan duduk bersama dibangku kelas I SMA 66 [gak penting SMA mana, yang mereka ingat adalah rasa nyaman di SMA itu waktu saling dekat]. Wendy masih tetap merasa, [dimanapun Wisnu, apapun Wisnu, dan gimanapun Wisnu..] merasa gak nyaman dan seperti ada bagian tubuh yang hilang kalau harus pisah dan jauh dengan lelaki yang ia kenal dari bangku SMA. Ia berharap, Semoga Wisnu masih punya perasaan yang sama spt itu, dan juga selamanya.. walaupun hubungan mereka sudah berjalan selama kurang lebih 14 taun

Wendy adalah satu tulang rusuk Wisnu, yang bila tulang rusuk itu hilang, maka tak berdaya...
 “Isn’t this.. what’s called soulmate”                                    

        

 

07:35 Permalink | Email this

Comments

you are a very good writer, Wendy.. blessings to you and Wisnu

Posted by: ww | Feb 10, 2006

"LOVE" that keep us alive.

Posted by: dinda | Feb 10, 2006

baik buruknya sebuah kejadian atau keadaan kerap tidak ditentukan oleh kejadian atau keadaan itu sendiri, tetapi oleh bagaimana kita memandangnya. Sudut pandang mana yang kita pakai: positif atau negatif, optimis atau pesimis.

Posted by: atas nama cinta | Feb 10, 2006

Kisah kasih di sekolah tak kan terlupa...ih, basi ah. Hari gini...

Posted by: Prens | Feb 14, 2006